Kebugaran
Jasmani

·
Annisya Berlianti D. (07)
·
Bima (08)
·
Cyntia (09)
·
Dani Rahman (10)
·
Dinda Anita (11)
·
Donada (12)
Pengertian Kebugaran Jasmani adalah:
Kebugaran
Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian terhadap pembebanan
fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang
berarti.
Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli
1. Menurut Judith Rink dan Mochamad
Sajoto
Kebugaran Jasmani
adalah kemampuan seseorang menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa
mengalami kelelahan berarti, dengan pengeluaran energi yang cukup besar, guna
memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu luang serta untuk memenuhi
keperluan darurat bila sewaktu-waktu diperlukan
2. Menurut Djoko Pekik
Kebugaran jasmani
merupakan kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa
timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih menikmati waktu luangnya.
3. Menurut T. Cholik Muthohir (1999) dalam
Ismaryati (2006: 40)
Kebugaran jasmani
merupakan kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas
dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Dari beberapa
pengertian diatas saya mengambil kesimpulan yang mungkin bisa membantu pembaca
memahami pengertian kebugaran jasmani
Pengertian Kebugaran
Jasmani
Kebugaran Jasmani
adalah kemampuan seseorang melakukan banyak aktivitas tanpa merasakan lelah
yang berarti.
Manfaat Kebugaran Jasmani dalam Kehidupan
Manfaat kebugaran jasmani , kebugaran jasmani adalah
kemampuan dan ketahanan tubuh untuk melakukan kerja dan beraktivitas tanpa
mengalami kelelahan yang berlebihan atau signifikan. Manfaat kebugaran jasmani
secara umum adalah untuk meningkatkan kemampuan tubuh agar tidak mudah lelah
dalam melakukan suatu aktivitas. Dalam kebugaran jasmani terdapat 3 unsur pokok
yaitu unsur kerja , unsur tubuh , dan unsur sehat. Sedangkan beberapa unsur lainnya
adalah unsur kecepatan, daya ledak , kekuatan , kegesitan , dan kelenturan.
Untuk meningkatkan kebugaran jasmani , bisa dilakukan dengan
beberapa cara yaitu
·
Latihan Kelincahan :
shuttle run
·
Latihan
Kecepatan : sprint
, up hill
·
Latihan Daya
Ledak : high pull , shoulder
shurgh
·
Latihan Kekuatan Otot : push up , pull up ,
squat
Manfaat
Kebugaran Jasmani
1. Memperlancar
sirkulasi darah
Dengan
melakukan latihan kebugaran jasmani , maka sirkulasi darah akah menjadi lebih
lancar dibanding orang yang tidak melakukan latihan kebugaran.
2. Meningkatkan
fungsi kerja jantung
Dengan
melakukan latihan kebugaran jasmani , kerja jantung akan dipicu dan distimulasi
secara perlahan sehingga kerja jantung akan menjadi lebih maksimal. Hal ini
juga akan mengakibatkan lancarnya peredaran darah.
3. Meningkatkan
stamina
Dengan
meningkatnya fungsi kerja jantung , maka stamina seseorang secara otomatis juga
akan meningkat.
4. Memperkuat
daya tahan tubuh sehingga lebih energik
Dengan
meningkatnya fungsi kerja jantung , seseorang akan menjadi lebih energik. Hal
ini disebabkan karena kerja jantung yang maksimal akan memperlancar sirkulasi
darah sehingga setiap orang tubuh akan tersuplai kebutuhannya sehingga akan
menjadi energik dan tidak mudah lelah.
5. Meningkatkan
kemampuan regenerasi sel
Dengan
melakukan latihan kebugaran , sel - sel yang rusak akan lebih cepat dirombak
dan diganti dengan sel - sel baru.
6. Meningkatkan
mood
Dengan
berolah raga , tubuh akan menghasilkan hormon di mana hormon ini bisa
menstimulasi kita menjadi senang dan fit.
7. Kebugaran
jasmani tiap orang tentunya berbeda - beda. Hal ini disebabkan karena beberapa
faktor yaitu :
8. Faktor
keturunan atau gen
Perbedaan
garis keturunan akan menyebabkan kebugaran seseorang berbeda - beda karena tiap
keturunan memiliki struktur gen yang berbeda - beda.
9. Faktor
usia
Perbedaan
usia akan mempengaruhi kebugaran seseorang. Orang yang sudah tua memiliki
kebugaran yang lebih rendah dibanding orang yang masih muda. Hal ini disebabkan
karena fungsi kerja tubuh orang tua sudah banyak berkurang ketika masih muda.
10. Faktor
jenis kelamin
Perbedaan
jenis kelamin akan menyebabkan kebugaran seseorang berbeda - beda. Kebugaran
pria biasanya lebih tinggi karena biasanya pria lebih sering beraktivitas
daripada wanita.
11. Faktor
kegiatan fisik
Perbedan
kegiatan fisik akan mempengaruhi kebugaran seseorang. Orang yang melakukan
banyak aktivitas akan lebih bugar daripada orang yang tidak beraktivitas.
12. Faktor
kebiasaan yang tidak baik
Orang
yang memiliki kebiasaan tidak baik memiliki tingkat kebugaran yang rendah.
Contoh kebiasaan tidak baik itu adalah merokok.
Bentuk-Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Guna
meningkatkan taraf kebugaran jasmaniseseorang diperlukan latihan yang berkenaan
dengan kondisi fisik. Kali
ini kita akan membahas mengenai unsur-unsur
kesegaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan
olahraga, yaitu kecepatan dan unsur kesegaran
jasmani yang berkaitan dengan kesehatan yaitu
kekuatan, daya tahan, dan kelentukan.
1. Kekuatan
Kekuatan adalah tenaga
kontraksi otot yang dicapai dalam
sekali usaha maksimal. Usaha maksimal ini dilakukan
oleh otot untuk mengatasi suatu tahanan. Kekuatan
merupakan unsur yang sangat penting dalam aktivitas
olahraga karena kekuatan merupakan daya penggerak
dan pencegah cedera. Selain itu, kekuatan memainkan
peranan penting dalam komponenkomponen
dan kemampuan fisik yang
lain misalnya power,
kelincahan, dan kecepatan. Dengan demikian,
kekuatan merupakan faktor
utama untuk menciptakan prestasi optimal. Bentuk-bentuk latihan kekuatan
sebagai berikut.
a.
Latihan Push Up Untuk Melatih Kekuatan Otot Lengan dan Bahu
Caranya sebagai berikut.
1) Sikap awal tidur telungkup, kedua kaki
dirapatkan lurus ke belakang dengan ujung kaki ditempelkan pada lantai (untuk
putra) atau kedua lutut ditempelkan pada lantai (untuk putri).
2) Kedua telapak tangan menumpu pada
lantai di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dengan kedua siku
ditekuk.
3) Kemudian angkat kedua tangan ke atas
hingga kedua siku lurus, badan dan kaki merupakan satu garis lurus.
4) Lalu badan diturunkan kembali dengan
jalan membengkokkan kedua siku, badan dan kedua kaki tetap lurus tidak
menyentuh lantai.
5) Gerakan dilakukan berulang-ulang
selama 30 detik, kemudian semakin lama semakin ditambah ulangannya.
b.
Latihan Sit Up Untuk Melatih Kekuatan Otot Perut
Caranya sebagai berikut.
1) Sikap awal tidur telentang, kedua
lutut ditekuk serta kedua siku ditekuk diletakkan di belakang kepala.
2) Badan diangkat dalam posisi duduk,
kedua lengan tetap berada di belakang kepala.
3) Gerakan tersebut dilakukan
berulang-ulang selama 30 detik, selanjutnya semakin lama semakin ditambah
ulangannya.
c.
Latihan Beck Up Untuk Melatih Kekuatan Otot Punggung
Caranya sebagai berikut.
1) Sikap awal tidur telungkup, kaki
rapat, dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala.
2) Angkat badan hingga dada tidak
menyentuh lantai, sedangkan kedua kaki tetap pada posisi semula.
3) Gerakan tersebut dilakukan
berulang-ulang selama 30 detik kemudian semakin lama semakin ditambah
ulangannya.
Latihan-latihan di depan
merupakan latihan kekuatan dengan menggunakan berat badan sendiri. Latihan
kekuatan yang lain adalah latihan dengan menggunakan beban luar. Latihan ini
disebut juga dengan istilah weight
training. Beban berupa barbel yang terbuat dari besi baja atau bisa juga
dengan beton dengan berat bervariasi sesuai kemampuan. Bentuk latihan tersebut sebagai
berikut.
a. Shoulder
Press
Shoulder press untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan,
angkatbarbel dengan kedua tangan ke atas sampai
dengan kedua lengan lurus, kemudian turunkan sampai di depan dada. Ulangi gerakan tersebut
sesuai kemampuan dengan beban latihan semakin
meningkat.
b. Leg
Squat
Leg squat untuk melatih
kekuatan otot tungkai. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan,
angkat barbel dengan kedua tangan dan diletakkan di punggung di bawah leher,
tekuk lutut setengah jongkok, kemudian luruskan lutut. Gerakan itu dilakukan
berulang-ulang sesuai dengan kemampuan, dengan beban makin lama makin
meningkat.
c. Back
Extension
Back extension untuk melatih
kekuatan ototpunggung. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan, angkat dengan dua
tangan dengan posisi badan
berdiri tegak. Kemudian bungkukkan badan hingga
membentuk sudut 90o, kemudian berdiri tegaklagi. Lakukan gerakan itu
berulang-ulang sesuai kemampuan,
beban latihan semakin lama semakin meningkat.
Bentuk-bentuk gerakan di atas hanya sebagian kecil latihan menggunakan beban (weight
training) yang bertujuan untuk melatih kekuatan.
2. Kecepatan
Kecepatan dapat diartikan
sebagai kemampuanberpindah tempat dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Sedangkan menurut Mulyono
Biyakto, kecepatan adalah
kemampuan untuk melakukan suatu gerak
dalam periode waktu yang singkat. Kecepatansangat diperlukan bagi pelari jarak
pendek atau juga bagi
seorang pemain sepak bola. Berikut
ini faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan.
a.
Keturunan
b.
Waktu reaksi
c.
Kemampuan untuk menahan tahanan luar
d.
Teknik
e.
Konsentrasi dan kemauan
f.
Elastisitas otot
·
Macam-Macam Kecepatan
Kecepatan
dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu kecepatan sprint, kecepatan reaksi, dan
kecepata bergerak.
·
Cara Melatih Kecepatan
Kecepatan
dapat dilatih dengan berbagai cara di antaranya
sebagai berikut.
1.
Latihan percepatan
2.
Lari menaiki tangga atau bukit
3.
Lari menuruni tangga atau bukit
4.
Latihan kecepatan reaksi (permainan hijau-hitam)
5.
Lari cepat (sprint
training) dengan jarak 40-60
meter. Lari cepat dapat dilakukan dengan sikap badan tegak dan lari di tempat
di belakang garis start. Percepatlah lari di tempat sambil mengangkat tangan
tinggi-tinggi. Setelah aba-aba dibunyikan, berlarilah secepat-cepatnya.
3. Daya
Tahan (Endurance)
Endurance atau daya tahan
adalah kemampuan seseorang
melaksanakan gerak dengan seluruh tubuhnya
dalam waktu yang cukup lama dan dengan tempo sedang sampai cepat tanpa
mengalami rasa sakit dan kelelahan berat. Kemampuan otot untuk melakukan kerja
terus menerus adalah sangat penting dalam aktivitas
olahraga karena secara tidak langsung merupakan
daya untuk dapat mengatasi kelelahan otot. Latihan daya tahan atau endurance dapat dibagi menjadi dua macam.
a. Daya Tahan Otot Setempat Atau Muscular Endurance (Local
Endurance)
Muscular endurance adalah daya tahan
yang menunjukkan kemampuan
otot atau sekelompok otot dalam
melaksanakan tugasnya dengan waktu yangcukup lama. Contoh: latihan weight training/latihan berbeban, latihan pukulan jab
berkali-kali dalam tinju, pukulan
dalam gulat. Latihan daya
tahan dalam arti muscle
endurance dan circulator respiratory endurance,
antara lain sebagai berikut.
1) Fartlek
Kombinasi antara lari
pelan dan lari cepat yang bervariasi
tanpa melakukan istirahat. Dapat dilakukan di
lapangan, sawah/ladang, dan daerah yang berbukitbukit.
2) Cross country
Lari jarak jauh melintasi
alam terbuka dengan kecepatan
tidak terlalu lambat dan tidak juga terlalu cepat.
b. Latihan endurance pada umumnya (cardiorespiratory endurance)
Cordiorespiratory
endurance yaitu
latihan yang bertujuan
meningkatkan kemampuan seluruh tubuh untuk
selalu bergerak dalam tempo sedang sampai cepat yang cukup lama. Contoh:
berlari, berenang, dan bersepeda. Daya tahan
kardiovaskuler merupakan faktor utama
dalam kesegaran jasmani. Pengukuran yang paling
objektif dilakukan dengan mengukur kemampuanpengambilan denyut jantung maksimal
(VO2 maksimal). Berikut
ini jenis-jenis latihan yang dapat meningkatkan
daya tahan kardiovaskuler.
1) Joging
2) Berjalan
3) Bersepeda
4) Gerakan naik turun tangga
5) Berenang
4. Kelentukan
(Fleksibilitas)
Kelentukan adalah
keleluasaan gerakan terutama pada
otot persendian. Tujuan latihan kelentukan ataufleksibilitas adalah agar
otot-otot sendi tidak kaku dan dapat
bergerak dengan leluasa tanpa ada gangguan yang berarti. Kelentukan dibutuhkan oleh
banyak cabang olahraga,
namun demikian terdapat perbedaan kebutuhan kelentukan untuk setiap
keberhasilan penampilannya.
Bentuk-bentuk latihan
kelentukan adalah melakukan
peregangan otot dengan cara berikut ini.
a.
Latihan kelentukan sendi bahu, caranya rentangkan kedua lengan
dan putar kedua lengan ke depan atau ke belakang dengan siku tetap lurus,
lakukan gerakan ini berulang-ulang sesuai kemampuan.
b.
Latihan kelentukan otot pinggang, caranya berdiri tegak kedua
lengan diluruskan ke atas, liukkan badan ke samping kanan dan ke kiri dengan
hitungan waktu antara 10 sampai dengan 15 detik, lakukan ulangan seperlunya.
c.
Latihan kelentukan togok, caranya sikap awal duduk kedua tungkai
dirapatkan, lutut lurus, bungkukkan badan hingga mencium lutut, kedua tangan
memegang ujung jari kaki, kemudian tahan selama 10 sampai dengan 15 detik dan
atau selama mungkin.
Contoh di atas hanya
sebagian kecil bentuk latihan untuk kelentukan. Pada prinsipnya latihan
kelentukan harus disesuaikan dengan sifat dan bentuk dari gerak persendian
tersebut.







