Kiran’s True Love
part 3
by : annisyabubbles
“sometimes
we have to choose an option,
sometimes
we should be sincere
that we should leave it”
-KIRAN
Seminggu yang lalu...
Tepat pukul 2 pagi, terdengar ketukan tak beraturan dari luar rumah sederhana dengan gaya
minimalis. Seorang laki-laki yang baru saja tidur langsung bangun dan berjalan
linglung ke arah depan.
“gu...gue mau tidur di rumah lo please please” kata
seorang laki-laki dengan gemetaran, belum juga ngasih salam atau gimana udah
minta numpang-numpang aja, batin laki-laki yang baru membukakan pintu. Baju
yang compang-camping dan ughhh bau alkohol tercium tajam “Win please Win!”
Darwin dengan muka yang sengak –tapi masih sedikit
menutup mata gara-gara ngantuk - sedikit menyingkir dari pintu mempersilahkan
Evan yang enggak lain sepupunya dari nyokapnya. Evanpun langsung duduk di kursi
yang tadi buat tidur Darwin.
“tante Evra sama Om Leo lagi enggak di Indo kan? Please
lo jangan bilang sama mereka tentang kondisi gue, jangan bilang mereka ya
please please, terutama sama bonyok gue!” kata Evan dengan tergesa-gesa dengan
mata yang merah.
“lo habis ngedrugs Van?!” kata Darwin langsung melek,
tatapannya sangat tajam dan langsung membuat Evan kaget.
“enggak, enggak gue enggak habis ngedrugs ! jangan asal tuduh lo !” kata Evan dengan
kondisi yang sama, Darwin mulai
menyelidiki tiap jengkal muka sepupunya itu, perubahan itu sedikit
terlihat di mata Evan yang memancarkan sinar yang cemas dan tatapan seperti orang
teler.
Dengan pasrah Darwin mepersilahkan Evan tidur di kamarnya dan dirinya sendiri memilih tidur di
sofa. Apapun yang terjadi orang dewasa
enggak boleh tahu soal ini, bukan tidak boleh
tahu pasti ada waktu yang tepat karena bantuan Tuhan yang selalu melindungi setiap umatnya. Setiap jarum detik
bergerak bertambah pula beban di mata Rafan dan mengharuskan laki-laki tersebut
terlelap dan memimpikan sesosok yang akhir-akhir ini membayangi mimpinya.
***
Sekarang...
“KIRAN!!!” teriak kedua sahabatnya itu tepat di kedua
telinganya, Aron di sebelah kiri dan Kanya di sebelah kanan, komplit sudah
kedua telinganya rusak. Kiran langsung tersentak dan menutup kedua telinganya
karena mendengar kor kedua sohibnya itu.
“ihhh kalo manggil jangan di telinga gue dong! Entar gue
budek!” kata Kiran jengkel, saat di melirik kedua sahabatnya tersebut, mereka sedang
melongo dongkol. Karena sebelum mereka berdua teriak Kiran emang udah budek ,
di panggil berkali-kali tetep enggak ngerespon,
tuh anak kelewat daydreaming. Saat Aron akan bertanya Kiran sudah
menjawab...
“gue tahu yang tadi lo berdua omongin, lo berdua mau ngajak gue buat ke puncak waktu
kelas 12 us kan? Terus kita nginep di tempat temennya Brandon sama Steve, terus
lo berdua mau beli parfum orinya viva la juice, ada yang gue
lewatin???”
Jelas Kiran panjang lebar kali tinggi, dikeluarkannya
napas berat yang terdengar menyakitkan di kuping kedua sahabatnya tersebut.
Mereka tahu kenapa napas berat itu terjadi, tapi Kiran korban penipuan buaya
darat bacotnya aja yang gede, Aron dan Kanya tahu apa yang membuat cowok
BERENGSEK itu membatalkan janjinya. Tak mau menambah beban Karin lagi mereka
memilih diam dan menikmati nasi uduk yang tadi sempat tertunda gara-gara
meneriaki Karin.
Di tempat yang berbeda waktu yang bersamaan...
Sesosok laki-laki yang dulu bertubuh kekar kini menjadi
sangat kurus, beberapa zat yang ilegal telah menggerogoti bagian dalam organ
tubuh laki-laki itu perlahan-lahan, tidak ada yang tahu bahkan orang
terdekatnya saja tidak tahu, orang yang sangat dia cintai dan sekarang cinta itu perlahan pudar karena
tidak ingin dirinya menyakiti perempuan tersebut.
Pada saat ini tubuhnya minta di cekoki zat tersebut,
dengan mengendap endap ke gudang belakang yang tersembunyi. Dengan perlahan
tangannya mengangkat kayu-kayu yang di tata sedemikian rupa agar tidak di curigai oleh oknum-oknum
yang tidak di diinginkan.
“wah tumben bosss!!!”kata seorang laki-laki yang tubuhnya
tak jauh beda dari dia langsung melemparkan bungkusan kecil, laki-laki tersebut
langsung memasukkannya ke dalam kantong dan mengambil sebatang rokok mentol
yang ditawarkan temannya yang lain.
Dalam sekejap asap memenuhi kedua paru-paru laki-laki
tersebut, hawa dingin memenuhi hidung dan mulutnya yang baru saja mengeluarkan
asap. Semua pikiran yang tadi membayanginya mendadak menguap berbarengan dengan keluarnya asap-asap yang mengepul
tinggi itu.
“gue denger kemaren lo batalin janji lagi sama cewek lo itu Van?” kata Bonar yang sekarang duduk
di sebelahnya sambil makan kacang atom. Evan hanya mendengus geli melihat
temannya itu, itu cara Bonar menghilangkan aroma-aroma rokok. Evan hanya
mengangguk dan menghembuskan asap rokok.
“udah jalan sama si Kiran ditambah si Era ckckck maruk
banget lo” Evan langsung menghindar saat Bonar melempar kacang atom ke arahnya.
“Ye mending dia punya dua, boro-boro 5 satu aja lo putus
nyambung” kata Tony yang keliatan paling waras, si Tony emang baby banget,
pernah sekali dia mencoba menghisap rokok dia batuk-batuk sampai 5 hari.
“Ahh elo masih disini rupanya, gue kira udah balik” kata
Evan sambil melempar puntung rokok yang sudah habis lalu menginjaknya hingga
hancur. Pernah sekali Kiran menasehati Evan – Kiran tahu Evan perokok tapi,
Evan mengaku sudah berhenti ke Kiran- Satu batang rokok itu sama aja korupsi.
Menurut Kiran sebagian dari uang kita itu juga hak dari
orang lain, uang yang Evan beli buat
rokok itu akhirnya akan jadi sampah yang menyebabkan banjir di Jakarta,
kalau si Evan mau nurutin kata-kata si Kiran pasti uang itu udah berguna banget
buat orang yang membutuhkan.
Evan hanya tersenyum saat mengingat momen itu, momen
dimana Kiran sangat memperhatikan dirinya dan hal itu selalu membuat bibirnya
melengkung ke bawah sempurna. Bonar yang melihat sohibnya senyum-senyum sendiri
hanya menggeleng dan segera bangkit karena lima belas menit lagi bel masuk
berbunyi, begitu juga dengan yang lain.
Setelah menutup rapi tempat persembunyian mereka berjalan
bering-iringin,seperti biasa Evan berada di barisan paling depan sedangkan yang lain mengekor.
Selama perjalan ke kelas, banyak cewek
cewek yang pada flirting ke mereka. Tapi mereka menganggap mereka angin lalu.
“Van, Van si Kiran tuh”kata Bondan setengah berbisik,
Evan langsung ngerapiin bajunya yang tadi berantakan.
Kiran yang menyadari ada Evan dan gerombongannya langsung
masang muka cuek, iyalah! Dia masih kesel sama Janji nge-date yang batal. “Hai
sayang” tiba-tiba Evan mendekat ke Kiran dan merangkul lengan cewek itu. Kiran
langsung menepis dan bersedekap.
“Ki...Kiran kamu kenapa sih?” Kiran menatap Evan dingin.
“Seharusnya gue yang tanya elo kenapa?!” bentak Kiran,
Aron dan Kanya tersentak kaget, mereka langsung mendekat ke Kiran, inilah
kebiasaan Kiran kalo udah jengkel banget sama Evan, dia pake
elo-gue. “kenapa setiap ada janji sama gue elonya batalin terus, gue
capek Van! Gue curiga nih jangan-jangan...”
“Kiran kamu ngomong apasihh? Mana mungkin aku punya selingkuhan” potong Evan, “ayolah
Kiran, kemaren aku udah bilang kalo mama sama papa aku mendadak banget
ngabarinnya” Evan mencoba menggenggam tangan Kiran, tapi Kiran langsung
melengos pergi.
“Kalo sampe lo nyakitin Kiran, lo akan berhadapan sama
kami!” ancam Kanya sebelum pergi ke arah kelas. Evan mengumpat pelan.
“ckckck... emang ribet ya jadi playboy super, mendingan
gue dehhh, ganteng-ganteng gini gue setia” kata Bondan yang langsung di sambut
dengan sorakan kecil dari rombongan itu.
“yaudah pada balik sono ke kelas,emang ini sinetron apa
sho sho...” kata Tony kepada murid murid yang baru pulang dari kantin.
“sialan! Bisa remuk hati gue kalo gini”
“Eitsss... remuk remuk gitu entar di ganti sama si Era”
“tengil lo hahahaha” Evan berjalan ke kelasnya dan tanpa
memikirkan Kiran lagi.
***
SEMINGGU KEMUDIAN...
Seharusnya sore itu Kiran bisa nonton film sepuasnya
-berhubung besok Jumat hari libur, sekolah memutuskan hari Sabtu juga libur-
mulai dari yang romantis sampai yang horor horor gitu, ditemani satu botol penuh susu coklat, seplastik keripik pedas,
roti bakar coklat yang paling ajibbbb, nyalaiin pendingin ruangan tanpa ada
gangguan apapun.
Rencana itu hancur lebur saat Kanya dan Aron masuk ke
kamarnya dan memaksanya untuk cepat mandi.
“aduhhh emang kenapa sih gue suruh cepet-cepet males
banget deh” kata Kiran saat masuk ke
kamar mandi, Kanya dan Aron cekikikan sambil menyiapkan baju buat Kiran.
Alhasil sekarang Kiran duduk bersama sohibnya, setelah mereka memaksa Kiran
memakai dress floral dan sepatu keds berwarna krem, sebenernya Kanya nyaranin
Kiran pake heels yang warna emas tapi Kiran ngancem Kanya dengan cara menolak
ikut hangs out ke acara apalah itu. Emang dasar si Kiran, susah banget deh kalo
udah debat sama dia.
“Kiran senyum dong!” Kinya langsung senyum terpaksa yang
jatuhnya malah nyeremin dan kilatan cahaya dari kamera polaroid menangkap
gambar Kinya dan Aron, tak beberapa lama, selembar kertas keluar dan
menghasilkan foto mereka.
“Ahh Kiran, lo senyum kek, disini gue udah cakep begini
elonya jelek-jelekkin sih” keluh Aron sambil memandangi kertas foto itu.
“Lo kenapa sih Ran seminggu ini badmood banget, untung
aja nilai-nilai ulangan kemaren enggak jeblok! Kalo iya bakal gue goreng lo!”
kata Kanya kayak emak-emak.
“Ya iyalah hari ini gue badmood, eh bukan deh sore ini!
Ini tuh sore yang mau gue lalui sambil nonton film, dan tiba-tiba...”
“Negara api menyerang” potong Kanya niruin kalimat film
avatar “ahh Kiran please, you’ve watched it repeatedly, ini waktunya lo
refreshing, mungkin aja kali ini lo dapet gebetan atau gimana gitu” kata Kanya panjang lebar yang
langsung di setujui oleh Aron.
Ngomong-ngomong soal gebetan, Kiran kepikiran temennya si Vijay yg waktu itu,
aduhhh lupakan namanya, keluh Kiran dalam hati. Masa gitu aja lupa sih gueee...
huh siapa sihhh, Afan? Refan? Ervan? Duhhh. Gerutu Kiran jengkel dalam hati.
“Aduh..duh bentar ya gue mau ke toilet dulu” Kanya
langsung ngacir ke toilet dan saat itu pula makanan pesanan mereka datang, dua
piring lasagna dan sepiring nasi plus ayam teriyaki. Kiran yang udah lapar
banget ditambah harus mengingat nama
teman Vijay itu langsung menyikat lasagnanya dan menambah sedikit saos di atas
lasagnanya, begitupun Aron langsung makan ayam teriyakinya.
Kanya yang baru aja keluar dari kamar mandi langsung
berjalan ke arah laki-laki yang dari tadi mencuri perhatiannya, sepertinya
orang itu familier. Saat berjalan mendekat, Kanya tersentak kaget saat
laki-laki itu berbalik ke arahnya.
“hai!” sapa Kanya antusias, cowok itu melambai ke arah
Kanya dan memeluk sekilas Kanya.
“elo Kanya kan ya ?, enggak nyangka ketemu lagi disini”
kata cowok itu sambil mempersilahkan duduk
Kanya.
“iya, Brandon sama Steven lagi pergi sama anak-anak basket,
jadi gue, Aron sama sahabat gue hang out kesini, biasa sahabat gue itu lagi ada
masalah sama cowoknya yang bajingan tingkat dewa, kenapa gue bilang bajingan?”
tanya Kanya gemas, cowok itu hanya mengangkat alisnya yang sedikit tebal, tanda
tidak tahu.
“karena gue sama Aron pernah mergokkin dia lagi selingkuh
sama nenek sihir di kafe ini! Kebayang enggak sih kalo lo jadi gue, trus
ngeliat pacar sahabat lo selingkuh sama nenek sihir yang genit, yang ewww
banget, pengen gue tonjok tuh muka sampe biru-biru” Kanya langsung ngos-ngossan
saat menceritakan itu. Seakan baru menyadari sesuatu Kanya langsung membekap
mulutnya, yaampunnnn gue ngapain sih cerita sama dia, bego bego begooooo.
“aduhh...emm...ehh sorry ya gue keceplosan, sorry sorry
hehe, sifat bawaan gue dari kecil nih, kalo ngomong emang enggak bisa ngerem.”
Pipi Kanya sedikit memerah
“Nope, kalo sama gue biasa aja kali hehe” kata cowok itu
ramah “eh iya lo pindah ke VIP aja” kata cowok itu, kafe ini memang di lengkapi
dengan tempat VIP yang berada di atas.
“tapi elo yang bayar! jangan kayak kemaren dong” cowok itu terkekeh geli dan mengacungkan
kedua jempolnya.
“eh iya Nya gue ke atas dulu ya mau live nihh, langsung
aja ke atas, bilang lo temen gue.” Cowok
itu langsung ke atas sambil bawa gitar.
Sementara itu piring di depan dua cewek itu langsung
ludes, Kiran yang biasanya makan lasagna enggak pernah bersih, sekarang dia
makan sampai piringnya kinclong, sementara di piring Aron hanya tersisa sayuran,
karena dia lagi males makan sayur.
“Gilaa!!! Bisa tidur nyenyak gue entar malem” kata Kiran
sambil menyeruput air mineral dinginnya “Eh Ron ini kafe apaan sih,gue mau
resmiin ini jadi tempat nongkring kita
ah”
“yaelah Ran, lo enggak baca tulisan di depan kafe apa?ini
tuh Cumber Cafe, kalo enggak salah ini punyanya temennya si Steven sama si Brandon
gitu,bentar-bentar ini si Kanya telpon gue” Aron langsung meload speaker hpnya
“Ron, lo pindah meja ke atas deh, gue udah di atas nihh,
bawaiin makanan gue juga ya”
“ah serius lhooo, diatas VIP lhoo Kan”
“udah dehhh, bilang waitres, gue duduk deket panggung, si Kiran gimana? Masih
bete gag tuhh?” kata Kanya
“heh maksud lo apa ngomong gue bete,apa huh?” kata Kiran
dongkol
“heleh, enggak mau ngaku
lagi nih bocah, udah yuk keatas aja, pasti mau ada live music kan Nya?”
Kanya mengiyakan, mereka berdua di-ikuti seorang waitres langsung menuju lantai
dua.
“hei!” teriak Kanya saat melihat dua sohibnya itu
celingukan, Kiran yang menyadari panggilan ‘hei’tadi untuk
mereka berdua langsung menemukan Kanya, sudah duduk manis disana.
“sini! Lo mau pesen makan lagi ga? Temen gue yang
bayarin” kata Kanya yang langsung menyantap lasagnanya yang sudah dingin.
Sebenarnya Kiran dan Aron akan memesan spageti, tapi mengingat perut mereka
yang sudah kenyang mereka hanya memesan segelas lemon tea.
“Btw siapa temen lo ?” Tanya Kiran sambil melihat-lihat
buku menu. Kanya malah asik makan Lasagnanya, sedangkan Aron sedang asik dengan
ponselnya. Sial gue dikacangin.
“Gilaa ini enak banget, lo enggak mau makan lagi Ran?” kata Kanya dengan mulut yang setengah
terisi. Kiran hanya menggeleng, “Elo Ron?” kata Kanya sambil menyeruput lemon teanya.
Karena belum mendapat jawaban Kanya meniup sedikit air melalui sedotannya dan...
“Ihh Kanya lo apaan sih, jorok tauuu...” Aron langsung
cemberut, sambil menahan tawa, Kiran memberikan selembar tisu,sambil
misuh-misuh Aron mengelap tangannya yang basah.
“lo nanya apaan sih Nya”
kata Aron setelah selesai.
“lo enggak pesen makan lagi?” Aron menggeleng “eh iya
sebentar lagi ada live music, kita stay di
sini ya, yang mau nyanyi ini temen baru gue, ganteng bangettt dia yang punya
kafe Cumber ini” perhatiannya langsung ke Aron yang belum ngeh.
“entar deh lo pasti terkagum-kagum sama doi” kata Kanya
bangga dan langsung memasukkan suapan terakhir lasagnanya ke dalam mulut.
“Busettt cepet banget
lo habisnya?” kata Kiran kagum, Kanya cuman bisa mengacungkan ibu
jarinya.
“Enak banget, pengen nyoba yang lain gue, btw itu temen gue” kata Kanya sambil menunjuk ke arah panggung, Aron
dan Kiran membalikkan badan. Mata Kiran
terbelalak sangat lebar. Tubuhnya serasa membeku, suaranya nyangkut di
kerongkongan.
“good... i think its good evening, ok now as usual i’ll
sing some songs for intertains you, ok
here we go and enjoy our good foods and beverages” kata cowok itu dan langsung
tatapannya langsung menelusuri ruangan, cowok itu sedikit shock saat melihat
Kiran, tapi cowok itu langsung tersenyum sumringah dan mengedipkan matanya ke
arah Kiran.
“hi
there ! We meet again” kata Rafan sambil
tersenyum sumringah ke arah Kiran “ok guys karena ini dadakan gue mau solo
vocal dulu, this is special song for special girl who can got my heart, and now
she’s on this room with us” sekarang orang spesial itu bersama dengan kita,
jantung Kiran langsung memompa darahnya dua kali lebih cepat. Semua orang
berbisik,
“siapa
gadis itu?”
“wah
romantis banget deh”
“beruntung
banget ya jadi ceweknya dia, gila gue kepengen”
“pasti
cewek itu spesial banget deh, yank aku mau dongggg”
Kiran
langsung mebalikkan badan ke meja, mukanya keliatan malu. Kanya dan Aron
tersenyum menggoda. Kanya melihat adegan saat Rafan mengedipkan mata ke arah Kiran.
“Ehem,
aduh gue kok jadi salting gini sihh” kata Kanya mencoba menggoda Kiran.
“Ih
udah deh lo berdua enggak usah buat gue jadi salting gini dehh” sontak Kanya
dan Aron tertawa, Kiran baru saja mengatakan pernyataan yang sangat sangat
jujur.
“Aduhh
Ran... haha... aduh perut gue sakit hahaha...” kata Aron sambil memegangi
perutnya.
“Udah
deh jangan pada ketawa, ini sama sekali enggak lucu”
“Hahaha
barusan lo ngaku kalo lo salting lhooo, berarti udah ada perkembangan dong!”
kata Aron senang.
“bener
tuh, itu tanda-tanda kalo lo udah mulai bisa membuka hati buat orang lain,
istilah galaunya apaan sih itu... aduh lupa gue, Namanya apa sih Ron lupa gue”
kata Kanya dengan muka bego.
“Move
on maksud lo?... Yah gitu aja enggak tau gimana mau kuliah di Havard!” kata
Aron ngeledek banget.
“Yeeee,
biarin aja kale, gue kan jarang galau emang elooo”
“Eh
udah-udah tuh penyanyinya udah main gitar, elo sih Nya” kata Aron sambil memfokuskan perhatian ke arah Rafan, begitu juga dengan
Kanya dan Kiran yang sudah lebih tenang. Petikan gitar membentuk nada-nada yang
lembut, ternyata Rafan menyanyikan lagu Cacthing Feeling
"Catching Feelings"
The sun comes up on another morning
My mind never wakes up without you on it
And it's crazy to me, I even see you in my dreams
Is this meant to be? Could this be happening to me?
We were best of friends since we were this high
So why do I get nervous every time you walk by
We would be on the phone all day
Now I can't find the words to say to you
Now what am I supposed to do?
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now its time for us
Tryna keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
In my head we're already together
I'm good alone but with you I'm better
I just wanna see you smile
You say the word and I'll be right there
I ain't never going nowhere
I'm just tryna see where this can take us
'Cause everything about you girl is so contagious
I think I finally got it done
Now all that's left to do now is get out the mirror
And say it to her
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now it's time for us
Tryna keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Should I tell her how I really feel (how I really feel)
Or should I move in close or just be still? (how will I know?)
'Cause if I take a chance and I touch her hand
Will everything change?
How do I know if she feels the same?
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now it's time for us
Tryna to keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
(doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings....
My mind never wakes up without you on it
And it's crazy to me, I even see you in my dreams
Is this meant to be? Could this be happening to me?
We were best of friends since we were this high
So why do I get nervous every time you walk by
We would be on the phone all day
Now I can't find the words to say to you
Now what am I supposed to do?
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now its time for us
Tryna keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
In my head we're already together
I'm good alone but with you I'm better
I just wanna see you smile
You say the word and I'll be right there
I ain't never going nowhere
I'm just tryna see where this can take us
'Cause everything about you girl is so contagious
I think I finally got it done
Now all that's left to do now is get out the mirror
And say it to her
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now it's time for us
Tryna keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Should I tell her how I really feel (how I really feel)
Or should I move in close or just be still? (how will I know?)
'Cause if I take a chance and I touch her hand
Will everything change?
How do I know if she feels the same?
Could there be a possibility
I'm trying to say what's up
'Cause I'm made for you, and you for me
Baby now it's time for us
Tryna to keep it all together
But enough is enough
They say we're too young for love
But I'm catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
(doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings (doo-do-doo-doo-do-do-do-do-do-do-doo)
Catching feelings....
Semua orang bertepuk tangan saat Rafan menyelesaikan
penampilan solonya, Rafan hanya tersenyum senang sambil menatap Kiran yang
malu-malu. Kanya dan Aron hanya senyum-senyum, sepertinya Rafan sedang di landa
falling in love at the first sigh kepada sabahat mereka ini. Kiran hanya bisa tersenyum
malu-malu.
Setelah tiga puluh menit berlalu, diiringi tepuk tangan yang meriah dan siulan siulan Rafan
turun dari panggung. Ya itu memang waktu yang di tentukan untuk Rafan perform
di stage mini ini.
Kali ini Kiran merasakan jantungnya sedang lompat-lompat
enggak karuan, cewek itu juga enggak tau kenapa jantungnya sangat aneh hari
ini, lebih tepatnya saat mereka menempatkan diri di ruangan VIP kafe cumber
ini.
Apa ini yang tadi di bilang sama Kanya, gue udah bisa
move on dari Evan? Tapi kenapa jantung gue terasa nyeri saat memikirkan hal
itu, kenapa jantung gue nyeri saat gue menolak untuk tetap mencintai Evan,
kenapa perasaan gue udah enggak seindah dulu, kata orang bijak cinta itu
seperti bunga, akan selalu tumbuh kalau kita merawatnya dengan baik, tapi gue
yakin gue masih cinta sama Evan. Kata Kiran
merenungkan hal itu dalam hati.
Aron dan Kanya tersenyum lega, misi pertama mereka
berhasil membuat Kiran berhasil melupakan Evan. Tanpa Kiran cerita mereka sudah
tahu, mungkin usaha selanjutnya adalah meyakinkan Kiran untuk mengikuti kata hatinya, yaitu meninggalkan Evan dan mulai
membuka hati untuk Rafan.
TO BE CONTINUE
Hai readersku
tersayang, maaf ya aku posting yang ke 3 ini lama banget, biasa lagi sibuk sama sekolah, tbh nyari inspirasi yang ketiga
ini emang super duper lama, karena
setting yang disini tuh susah banget. Ok curhatanku segini dulu, oh iya BTW
buat kalian, selamat ya yang udah
naik kelas dan lulus hehe.
Big Love
Annisyabubbles.
Masih bisa talki' with me on
Facebook Annisya Berlianti II
Twitter @annisyab_
Wattpad Annisyabubbles
Tidak ada komentar:
Posting Komentar